Kisah ini merupakan potongan dari prosesku dalam mengerjakan tugas akhir di perkuliahan. Judul tugas akhirku yang rencananya disangkutkan dengan proyek membangun infrastruktur big data hanya dalam 3 bulan membuatku tanpa mikir dan percaya diri kalo aku bisa selesai skripsi di akhir tahun 2018. Sebelum aku memutuskan untuk ikut, dosen ku ingin meminta komitmen ku dan teman-teman untuk serius mengerjakan ketika join nanti.

Bulan Oktober 2018, proyek tersebut dimulai dengan rapat membahas plan dan sosialisasi ke beberapa dinas pemerintah. Saat itu aku juga harus menyiapkan proposal tugas akhir yang cukup mengambil kesibukan sehingga aktivitas ku berbeda dengan teman lainnya yang bisa fokus membuat proposal saja. Selain itu, masih ada sangkutan mata kuliah yang harus diselesaikan di semester 7 yang tidak mudah sehingga porsi kerja ku berbeda dengan yang lainnya.

“kalau ingin berbeda dari yang lain, porsi kerjaku juga harus lebih daripada yang lain” pikirku.

Di pertengahan proyek, di saat aku harus fokus menyelesaikan proposal tugas akhir karena aku dijadwalkan di gelombang pertama ujian proposal, aku juga dituntut untuk menyegerakan kerjaan di proyekan dan saat itu aku mulai merasa lelah dan tidak bisa membagi waktu. Jarak kampus ke tempat proyekan juga jauh dan melewati banyak titik macet, setelah kuliah aku lanjut ke tempat proyek dan itu butuh effort besar untuk kesana.

Aku selesai ujian proposal namun kerjaan ku di proyek menjadi tidak sesuai target. Setelah ujian proposal, aku fokus ke tugas proyekan sehingga aku tidak menyelesaikan revisi proposal ku yang semestinya aku setor ke dosen yang bersangkutan. Aku disuruh mengulang ujian proposal. Hal itu membuatku DOWN seketika. 

Aku mulai berpikir bahwa mengerjakan …….untuk mengganti judul pada saat mengulang ujian proposal dan mundur dari proyekan. Aku mengajak temanku yang sama ngerjain proyek untuk bicara dengan pembimbing.

Kata-kata yang sempat teringat sampai sekarang dan akan teringat terus : 

“selesaikan yang kalian mulai”

“saya sudah minta komitmen kalian dari awal”

“jangan poco poco, yang maju mundur gitu”

Beliau tidak hanya sekedar nama pembimbing, tapi benar-benar membimbing ku. Terima kasih atas motivasi yang selalu diberikan, membuka pikiran dan menambah pengalaman ku.