2 Oktober 2018 – Dimulai ketika aku duduk di lab sambil makan salad buah, aku diajak sama temen untuk ikut mengantarkan bantuan yang telah kami kumpulkan dari teman kelas, kakak dan adek kelas, serta dosen dari program studi Teknik Komputer dan Jaringan di Politeknik Negeri Ujung Pandang. Saat diajak oleh teman, aku menolaknya. Kemudian orang yang makan salad buah denganku bilang “beda itu kalau kita sendiri yang berikan secara langsung”, seketika aku berpikir keras dan tidak bisa menolak perkataannya karena hatiku membenarkan.

Aku cepat menghabiskan salad buah itu lalu shut down laptop, ketika teman ku yang mengajak sekali lagi “ayo mi” aku berubah pikiran dan mengiyakan.

Beberapa teman naik mobil, dan lainnya naik motor. Aku berboncengan dengan teman yang mengajakku (yang aku tolak di awal). Bantuan berupa pakaian dan uang sudah ada,  kami juga memiliki beberapa dus air mineral dan kami siap memberikannya kepada saudara kita yang terkena musibah gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

Bantuan yang kami berikan, selain pakaian, uang yang telah dikumpulkan dari beberapa pihak tersebut kami belikan tissue, minyak telon, susu, roti, handuk dan keperluan lainnya yang telah ada dalam list dibutuhkan.

Membantu saudara korban gempa sulawesi tengah
Barang belanjaan kami

Setetelah packing belanjaan kami ke dalam dus, kami langsung ke posko korban bencana gempa Palu, Sulawesi Tengah. Ini pertama kalinya aku memberikan secara langsung kepada saudara-saudari ku. Aku membuktikan apa yang dia katakan kalau ternyata rasanya memang berbeda. Walaupun kami tidak bertemu secara langsung dengan korban, tapi kami membawanya ke pengangkutan untuk diantar ke Palu.

Membantu saudara korban gempa sulawesi tengah
Perwakilan Prodi TKJ POLIUPG

Terima kasih, pelajaran yang bisa diambil,

Jika punya kesempatan waktu dan kesehatan, sesekali merasakan perbedaan jika kita memberikan bantuan secara langsung kepada saudara-saudari kita yang membutuhkan.