Aku tipe orang yang tidak suka telat, kalau aku telat berarti khilaf atau sesuatu dan lain hal bahkan biasa kesal sama diri sendiri kalau telat.

Berikut telat yang kusesali dan akibatnya :

Telat belajar, rasanya tidak enak kalau orang lain membahas sesuatu yang baru lantas aku tidak tau mau ngomongin apa karena pengetahuan yang minim.

Telat pergi-pulang, aku paling ngena pas mau ke pergi ke tanah abang jam 9 pagi dari bogor menggunakan KRL. Walaupun wajar desak-desakan dalam kereta tapi bisa diminimalisir dengan pergi pagi buta. Telat yang paling sering dialami pas pergi ke sekolah, kuliah. Hal yang membuat aku jengkel terhadap orang telat di jalan, malah mengambil jalur lawan arah, tidak sabaran malah menambah kemacetan, lantas orang itu kesal sendiri. Lah inilah yang muncul di benakku, “tidak mau dapat macet tapi perginya telat”.

Telat datang sekolah / kuliah, dihukum ga masalah tapi ketinggalan pelajarannya itu yang sangat disayangkan.  Biasanya telat datang di hari pertama masuk sekolah di tahun ajar baru, para siswa rebutan tempat. Ya kalau telat ga bisa pilih tempat duduk mana suka, yang penting dimana aja.

Telat datang ke mesjid, bertepatan dengan Idul Adha 1439 saat orang kota tidak mudik dikarenakan liburnya mengikuti tanggal merah di kalender, memadati mesjid di kota-kota. Tidak kebagian tempat adem, bagus kalau lagi cerah, tapi musim hujan ya walaupun hujan adalah berkah yang namanya hujan tetap basah kalau kena.

Hari Rabu 10 Dzulhijjah 1439 post pertama di blog ini terbit (Mulai Jarang Nulis walaupun tanggalnya 19 Agustus), juga bertepatan aku TELAT DATANG ke mesjid sehingga pas memasuki halaman mesjid “yah sudah penuh” tapi pas ngecek di dalam ternyata masih dapat celah “untungnya~”. Oke itu saja,¬†jangan lupa berqurban!

Selamat Hari Raya Idul Adha 1439 H

Selamat Hari Raya Idul Adha 1439 H

sumber gambar