Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) merupakan kompetisi ilmiah bergengsi antara perguruan tinggi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Ristekdikti.  PKM yang sudah kuikuti tiap tahun sejak pertama kuliah dan tahun ini merupakan tahun terakhirku berpartisipasi dalam kompetisi ini. Secara pribadi, aku selalu saja ikut dalam kondisi yang terpaksa atau bukan karena kemauan sendiri, kalau bukan diajak ya itu karena intruksi dari dosen di program studiku.

Histori PKM selama aku kuliah:

  • Tahun 2015 aku diajak kak Arisman (13) dengan judul menarik tentang Onde-onde
  • Tahun 2015 juga bersamaan dengan tim kak Selly (12) dan Tiwi dari Jurusan Administrasi tentang sampah
  • Tahun 2016 dengan tim berbeda yaitu kak Ainul (13), kak Afiyah (14),¬† dan Adil mengusulkan tentang pasar digital
  • Tahun 2017 mengusulkan sebuah sistem informasi NOAH bersama dengan kak Ilo (14), Herman, dan Adel (16)
  • Tahun 2017 juga aku pertama kalinya bertindak sebagai ketua dengan judul SUPRISE MALAM bersama dengan Cindy, Meity, Leo (16) dan Monit (17)
  • Tahun 2017 bersama dengan Ayu dan aku hanya numpang nama disitu mengusulkan judul mengenai aplikasi pasar.
  • Tahun 2018 kami mengusulkan judul yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Zalma (18) bersama dengan Ayu, Sahrul (16), Rosyid (18).

Cerita Lolos Pendanaan PKM 2019 ku dimulai

Dari sekian kali aku ikut PKM secara terpaksa, pertama kalinya lolos pendanaan yaitu pada tahun 2018. Seriously, sebenarnya aku tidak mau lagi ikut PKM karena sudah cukup kesibukanku mengerjakan tugas akhir. Lagi-lagi ada support yang berpengaruh dari dosen program studi, yaitu wali kelas yang mewajibkan ikut. Padahal saat itu aku juga mengerjakan proyek di balaikota (Baca : Jangan poco poco). Informasi bahwa “bagi yang mengerjakan proyek tidak perlu ikut PKM” baru tersampaikan ketika aku sudah menetapkan untuk ikut di tim Zalma dengan niat awal aku cuma ingin ikut, numpang nama dan memberikan masukan berupa motivasi dan pengalaman saja.

Finally, tim tersebut terbentuk yang awalnya hanya Zalma dan Rosyid akhirnya berlima karena satu orang aku panggil yaitu Sahrul. Lain lagi dengan Ayu yang entah mengapa dia ikut juga di tim Zalma. Hampir semua konten proposal diselesaikan oleh Zalma, sedangkan aku hanya menangani di bagian anggaran biaya saja. Selebihnya kontribusiku hanya mengoreksi dan memberikan masukan. Tiga orang lainnya juga mengambil peran, namun yang paling berperan tetap Zalma.

Otw Lolos Pendanaan PKM 2019
Kerjasama dengan pihak sekolah sekaligus survei lokasi. In frame dari kiri : Ayu, Hasbullah, Kepala Sekolah SD, Sahrul, Rosyid, Zalma

Proposal disetor di akhir tahun 2018 dan pengumuman lolos pendanaan pada tahun 2019. Zalma dengan harapan yang dia genggam tersebut tidak sirna ketika mengetahui bahwa tim kami lolos pendanaan PKM 2019 untuk bidang pengabdian masyarakat, lebih tepatnya kami akan mengenalkan teknologi kepada siswa kelas 5 sekolah dasar.

Aku yang awalnya hanya ingin setor nama merasa malu kalau tidak bertanggungjawab untuk melanjutkan judul PKM yang lolos tersebut. Rupanya aku melihat kalau Ayu (yang sibuk dimana-mana) sepertinya ingin setor nama juga, kali ini tidak kubiarkan hahaha karena judul tersebut lolos kami harus bertanggungjawab.

Setelah dinyatakan lolos pendanaan PKM, kami membenahi  beberapa hal seperti memperbaiki silabus, menyiapkan spanduk, dan memasang spanduk di sekolah yang pada saat itu dibantu oleh teman-teman Zalma karena disaat yang bersamaan aku, Ayu dan Sahrul berhalangan ikut membantu.

Memperbaiki silabus yang telah dibuat

Aku ingat ketika Zalma yang saat itu sibuk sebagai pengisi acara di Inaugurasi tiba-tiba datang tanpa membuat janji menemuiku dengan mata yang berkaca-kaca karena masalah komunikasi dalam membuat janji dengan pihak sekolah, pada saat yang sama aku tidak meladeni banyak karena bertepatan dengan agenda menonton di bioskop bersama temanku yang lainnya. Saat itu, Zalma ingin membuat janji dengan pihak sekolah karena kami merasa perlu mencocokkan jadwal mengajar, berhubung karena jadwal belajar siswa SD dari Senin s/d Sabtu tidak boleh diganggu. Belum lagi, jadwal ujian tengah semester dan libur awal bulan Ramadhan.

Pembahasan mengenai jadwal sudah terselesaikan dengan bertemu langsung dengan pihak sekolah, bahkan pihak sekolah membantu kami mengenai perizinan dengan orang tua siswa dan mensosialisasikan kegiatan kami kepada siswa dan orang tua. Satu hari sebelum pelaksanaan perdana, lagi-lagi Zalma yang datang menemuiku, Ayu dan Sahrul karena merasa perlu membahas hal teknis besoknya.

Lolos pendanaan PKM 2019
Diskusi bareng membahas hal teknis

INDAHNYA BERPROSES

Model mengajar kami setiap pertemuan yaitu memberikan pre test kepada siswa untuk mengetahui pengetahuan dasar siswa. Kami tidak memberikan tekanan kepada mereka bahwa jawaban harus benar. Di akhir sesi, kami memberikan soal untuk mengetahui daya serap siswa SD dan seberapa bagus kami dalam menyampaikan materi. Hal yang menarik bagi siswa SD adalah sesi kuis. Jadi kami memberikan pertanyaan rebutan kepada siswa dan memberikan hadiah seperti tip-x, kotak pensil, dan notebook.

Lolos Pendanaan PKM 2019
Pembagian Hadiah

Aku tersadar saat menghadapi beragam siswa SD bahwa pemanfaatan Teknologi Informasi yang mereka kenal itu adalah bermain game PC. Padahal, selain game mereka bisa memanfaatkannya untuk mengerjakan tugas, menonton hal-hal yang berbau edukasi dan pengetahuan umum, dan belajar bahasa agar mereka lebih open minded. Namun, ada siswa justru sebaliknya malah kaget, tangannya kaku saat kucoba memberikan mouse milikku.

Berikut beberapa poin materi yang kami sampaikan kepada siswa SD :

  • Pengenalan perangkat keras komputer
  • Pengenalan aplikasi pengolah kata
  • Pengenalan mengetik 10 jari

Setelah mewujudkan apa yang kami usulkan pada saat proposal selama kurang lebih sebulan, masih banyak kekurangan yang perlu kami perbaiki, seperti cara berinteraksi dengan anak-anak, cara mengajar untuk anak-anak dibawah umur, dan cara menarik perhatian mereka. Selain itu, kami juga harus mempertanggungjawabkan progress kami kepada tim reviewer.

Monev Lolos Pendanaan PKM 2019
Foto Bareng saat monev. Kurang satu orang (Sahrul)