Trip ke Danau Kaolin dan Tanjung Berikat dimulai dari ajakan Ambos, salah satu temanku yang berasal dari Sulawesi Selatan saat ini bersama sebagai mahasiswa yang ikut Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) Batch 2 di PT Timah tbk. Selain dia, Pilin dan Caca juga dari pulau yang sama. Adapun Deby dari Palembang, Oza dan Unuy dari Aceh. Kami bertujuh serumah selama magang di PT Timah tbk, Pangkalpinang, Kep. Bangka Belitung.

Awalnya sih Ambos cuma mengajak kemudian kami berdua iseng cari rental mobil/ motor soalnya kita ini perantau apalagi di pulau ini masih jarang angkutan umum dan ojol. Kemudian, kami mengajak teman serumah dan ternyata mereka juga ingin ikut. H-1 kami berdiskusi terkait kepastiannya, jadi rencana kita berangkat menggunakan tiga motor dengan enam orang yang fix berangkat namun motor yang fix dapat digunakan hanya satu, milik teman kami yang asal Bangka. Dua motor lagi nge-gantung dari si pemilik rental.

Keesokan paginya, belum ada kepastian dari si pemilik rental yang awalnya rencana motor ready jam 07.00 malah baru dapat kepastian jam 7.30. Dimulai dari menjemput motor, makan, mandi kami siap berangkat jam 09.30. Tujuan pertama kami ke Danau Kaolin di Koba yang ditempuh kurang lebih dua jam dengan kondisi jalanan yang lurus dan mulus.

Trip ke Danau Kaolin
Danau Kaolin, Kep. Bangka Belitung

Kami tiba di Danau Kaolin pas tengah hari dengan membayar ongkos parkir 2 ribu per motornya. Kami mengambil beberapa gambar dan video. Sekilas tentang Danau Kaolin merupakan bekas tambang timah dan di-remake menjadi danau dengan air berwarna biru dan hijau, pokoknya instagramable. Di sekitar kawasan tersebut, tersedia warung makan, snak, es kelapa muda, toilet dan mushallah, jadi bagi teman-teman yang ingin datang kesana tidak perlu khawatir kelaparan.

Trip ke Danau Kaolin
Danau Kaolin

Tujuan kedua kami adalah Pantai Tanjung Berikat yang ditempuh selama kurang lebih 1 jam 30 menit dari Danau Kaolin, kondisi jalanan mulus dan lurus. Kami hanya mengikuti petunjuk dari Google Maps dengan perasaan was-was “apakah benar ini jalanannya?” ditambah lagi kondisi sepanjang jalan kurasa sepi, hutan dan hanya terlihat gunung. Tidak ada tanda-tanda pantai sama sekali. Pikirku “mampuslah kita kalau motor kehabisan bensin atau ban bocor”. Alhamdulillah 30 menit sebelum sampai di lokasi, kami sudah melihat tanda-tanda bahwa benar terdapat pantai.

Trip ke Tanjung Berikat
Tanjung Berikat, Kep. Bangka Belitung

Pantai Tanjung Berikat, pantai yang masih sepi sehingga menurutku cocok bagi kalian yang menginginkan suasana tenang dengan bebatuan di sekitarnya, juga instagramable. Tidak ada ongkos masuk ke dalam dan tidak ada penjual makanan di sekitar situ. Sesampainya disana, kami hanya melihat beberapa orang setempat sedang berkumpul di gubuk membicarakan sesuatu.

Trip ke Tanjung Berikat
Makan siang di Tanjung Berikat, Kep. Bangka Belitung

Awalnya kami ingin memanjat di menara yang ada di pantai tersebut, hanya saja takut keburu malam jadi kami hanya menghabiskan makanan yang telah kami beli saat di perjalanan dan mengambil beberapa gambar di sekitar pantai. Kurang lebih sejam ada di pantai, kami balik ke Pangkalpinang. Jalan pulang ternyata tak senyaman jalan pergi, karena sisi kiri dan kanan jalanan tidak terdapat lampu jalan apalagi rumah penduduk sangat sedikit. Selepas magrib kami melewati tiga pertamina dan semuanya tutup. Jadi mau tidak mau kami mengisi bbm eceran yang dijual oleh penduduk setempat.

Rincian pengeluaran Trip ke Danau Kaolin dan Tanjung Berikat

  • Rental motor Beat = 85 ribu
  • Rental motor Nmax = 125 ribu
  • Bensin 3 x 20 ribu x 3 motor = 180 ribu
  • Makan nasi padang 6 orang x 20 ribu = 120 ribu
  • Ongkos masuk Danau Kaolin 3 motor x 2 ribu = 6 ribu

Total pengeluaran = 516 ribu